Oleh: oki lukito | 22 September 2008

Potensi Pesisir Selatan Jawa Timur

Pottensi SDA Laut

Potensi SDA Laut

 
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia baik dari segi luas wilayah maupun jumlah pulaunya (17.480 pulau) dengan garis pantai terpanjang ke empat (95.150 km) setelah Kanada, USA dan Rusia Federasi. Berdasarkan konvensi PBB tahun 1982, tentang hukum laut, perairan yang dapat dimanfaatkan seluas 5,8 juta km2 (3,1 juta km2 perairan teritorial dan 2,7 juta km2 zona ekonomi ekslusif). Propinsi Jawa Timur mempunyai luas perairan 208.138 Km2 meliputi Selat Madura, Laut Jawa, Selat Bali dan Samudera Indonesia dengan panjang garis pantai1.900 km merupakan salah satu sentra kegiatan ekonomi yang menghubungkan Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Di sepanjang pantainya dapat dijumpai beragam sumberdaya alam mulai dari hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, hutan, migas, sumberdaya mineral. Gelombang besar dan ombaknya terutama di pesisir selatan dapat dimanfaatkan sebagai sumber enerji alternatip,Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC). Demikian pula pantainya yang berpasir putih layak untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahari. Hal ini ditunjang dengan keberadaan 446 pulau dimana tiga pulau diantaranya terletak di pesisir selatan dan termasuk pulau terdepan. Pesisir selatan Jawa Timur umumnya berpantai terjal dan berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia. Dengan luas laut 142.560 kilometer persegi termasuk ZEEI, memiliki panjang garis pantai lebih kurang 800 km, menyimpan sumber daya alam laut yang melimpah. Potensi perikanan tangkap mencapai 590.020 ton per tahun. Dengan jumlah nelayan 53.057 orang, kontribusi pantai selatan pada produksi perikanan Jawa Timur baru mencapai 12,12 persen. Berbagai jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi seperti tuna, tuna kecil, cakalang, layur dan kakap serta tengiri menjadi penghasil utama nelayan pantai selatan. Untuk mengoptimalkan produksi penangkapan ikan, pemerintah telah membangun sejumlah sarana Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) masing-masing di. Pondokdadap, Kabupaten Malang, PPP Tamperan di Kabupaten Pacitan, PPP Puger di Kabupaten Jember, Pelabuhan Pendaratan Ikan {PPI} Popoh di Kabupaten Tulungagung, PPP Muncar dan PPI Pancer di Kabupaten Banyuwangi serta Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi di Kabupaten Trenggalek. Sementara di Kabupaten Blitar baru mempunyai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Tambakrejo dan direncanakan membangun pelabuhan perikanan di Kabupaten Lumajang. Selain perikanan tangkap, pesisir selatan Jawa Timur mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan budidaya laut dan payau. Kualitas airnya masih relatip baik karena jauh dari pencemaran limbah industri maupun domestik. Hal ini sangat memungkinkan dan subur untuk dijadikan sentra budidaya udang, rumput laut, kerapu, kakap dan kekerangan maupun kepiting bakau. Pesisir selatan yang meliputi delapan wilayah kabupaten yaitu, Banyuwangi, Lumajang, Jember, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan umumnya mempunyai pesona alam yang indah dan layak dikembangkan menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW). Sedikitnya terdapat 39 lokasi wisata bahari yang umumnya berpasir putih, pantainya jernih dan indah. Pengembangannya antara lain, menjadi zona wisata laut untuk aktivitas memancing dan surfing, zona kawasan pantai untuk aktivitas berjemur (sunbathing), bermain (playground) dan melihat pemandangan, serta zona kawasan lindung (hutan, hutan mangrove, perbukitan, kebun kelapa) untuk aktivitas penjelajahan dan minat khusus. Serta zona pemukiman untuk pengembangan atraksi wisata, hotel dan pasar wisata.

Permasalahan

Jatim merupakan salah satu pusat pergerakan ekonomi Indonesia. Propinsi ini merupakan basis industri dan agrobisnis, sehingga pengembangan kawasan menjadi penting bagi perekonomian nasional. Dengan kondisi ekonomi nasional yang sedang payah, maka kawasan Jatim bagian selatan cukup prospekstif untuk dikembangkan sebagai motor penggerak perekonomian. Sayangnya pertumbuhan kawasan pesisir selatan hingga kini masih kalah dibandingkan dengan kawasan utara. Padahal kawasan selatan menyimpan potensi sumber daya alam dan sumberdaya kelautan yang relatif besar. Potensi ini tersebar di sepanjang pesisir kabupaten, yaitu Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Di sektor perikanan tangkapan, Jawa Timur memiliki potensi sebesar 1,7 juta ton per tahun.Potensi lestari 804.612,8 ton per tahun, tapi baru dimanfaatkan 453.034,05 ton per tahun atau 56,30 % saja dari potensi yang ada. Total tangkapan itu sebagian besar (sekitar 87,98%) diperoleh dari usaha penangkapan di kawasan pantai utara, sisanya (12,12%) didapat dari penangkapan di pantai selatan (Samudera Iindonesia). Untuk perikanan budidaya, potensi yang dimiliki wilayah pantai selatan cukup besar. Budidaya air payau produksinya dapat mencapai 1,5 ton/ha/musim tanam, air tawar 16 ton/ha/musim tanam dan budidaya laut 7,5 kg/m3/musim tanam. Dengan dibangunnya infrastruktur Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur, diharapkan akan memberi angin segar bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah tersebut. Ruas jalan Trans Selatan Jawa yang dimulai dari Anyer hingga Banyuwangi itu akan menghubungkan lima provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Proyek Trans Selatan Jawa dengan Jalur Lintas Selatan menjadi bagian yang diyakini akan mengurai keterisolasian wilayah itu sehingga memicu kemajuan kawasan tersebut.


Responses

  1. pek pemanfaatan pesisir berdasarkan stekholder seng apik tuh piye?
    soale stekholder skr kbanyakan buang sampah tapi gamau ambil sampahnya sendiri, padahal loh juga mreka yang banyak berkuasa dan memiliki tuh smua usaha…..

  2. Mas Lukito, Coba dieksplor, tempat pelelangan itu hakya siapa? Apa nelayan dan koperasi nelayan? apa pemda?

    Tk

  3. bagaimana bila investor luar kita datangkan untuk menggali potensi pesisir laut selatan, dimulai dari sekitar sukabumi, kebumen lalu blitar. melibatkan petani, perbangkan dan kampus seperti UM Purwokerto, UM Wonosobo dan UM Malang

  4. Berbicara produktifitas produksi perikanan budidaya sebesar 1,5 ton/Ha, sebaiknya dijelaskan komoditi nya apa. Karena tidak bisa dipersamakan komoditi yg satu dg yg lan, salah satu faktor penentu adalah feeding habit. Dengan demikian informasi tidak akan menyesatkan investor yg berminat unt kegiatan tsb.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 458 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: