Oleh: Oki lukito | 27 Oktober 2007

Sumberdaya Kelautan Modal Mendirikan Provinsi Madura

 

 Gagasan membentuk Provinsi Madura menghangat kembali dan kali ini tampaknya lebih kongkrit karena telah dibentuk Dewan Pembangunan Madura yang bertugas mensukseskan gagasan tersebut. Sejumlah tokoh lokal dan nasional  seperti  HM.Noor sesepuh masyarakat Madura, Roesmanhadi mantan Kapolri dan pengamat ekonomi Didik J.Rahbini ikut dilibatkan. Lumrah jika mayarakat Madura ingin ‘merdeka’ dan membentuk sebuah propinsi sendiri dan lepas dari Jawa Timur karena kekayaan alamnya belum membawa kemakmuran untuk masyakatnya. Madura Kepulauan menyimpan potensi alam seperti minyak dan gas bumi, bahan tambang, bioteknologi kelautan dan sumber daya energi.  Sektor pertambangan dan energi merupakan sektor yang sangat penting dalam kegiatan pembangunan daerah. Di perairan Laut Jawa (203.147 Km2) dan Selat Madura (65.537 Km2), menyimpan harta terpendam berupa emas hitam yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Lapangan Pagerungan misalnya, setiap hari menghasilkan Rp 4 milyar. Ratusan juta barel minyak dan metrik ton gas alam lainnya tersimpan sedikitnya di lima sumur minyak, North East Madura V, East Kangean, North Bali, Lapangan Maleo dan Lapangan Oyong. Sejumlah  perusahaan minyak raksasa, diantaranya Grup Santos sudah melakukan aktivitasnya di sana. Harus diakui bahwa masyarakat Jatim umumnya dan Madura Kepulauan khususnya, selama ini tidak banyak menikmati hasil kekayaan yang ada di wilayahnya sendiri. Undang Undang No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebagai pengganti UU 25 Tahun 1999 dinilai masih tidak adil dalam hal pembagian hasil migas. Walaupun menurut ketentuan daerah mendapat bagian 15,5 persen. Jatim ternyata tidak menikmati banyak bagian, sehingga diperlukan perundang-undangan bagi hasil dengan daerah yang mendesak untuk dibuat. Potensi terpendam lainnya berada di pulau kecil yang jumlahnya mencapai lebih 200 pulau. Pulau-pulau kecil yang sebagian besar berada di Kabupaten Sumenep layak dijadikan daerah tujuan wisata. Pulau Sepanjang dan Sapudi misalnya sudah dimanfaatkan wisatawan asing yang bekunjung dari Bali. Keindahan pantai dan taman lautnya menjadi daya tarik tersendiri. Perairan di pulau-pulau kecil juga belum dimanfaatkan secara maksimal untuk budidaya laut seperti rumput laut dan ikan demersal. Selain itu perairan Madura menyimpan potensi bioteknologi kelautan dan perikanan berupa senyawa bioaktif produk alam (natural products) seperti skualen, omega-3, fikokoloid dan biopolimer untuk industri makanan sehat, farmasi, kosmetik dan industri berbasis bioteknologi lainnya. Potensi lainnya yang masih harus dikaji yaitu panas laut, gelombang, arus dan pasang surut yang perlu dikembangkan, dimanfaatkan secara ekonomis untuk dijadikan sumber energi alternatif. Hal ini mengingat Madura belum mempunyai pembangkit tenaga listrik sendiri. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Kanada, Jepang, Belanda dan Korea Selatan telah mulai meneliti kemungkinan pemanfaatan energi dari laut tersebut. Potensi energi kelautan lainnya yang perlu digali dan dikembangkan di Madura, ialah pemanfaatan algae seperti Botriococcus brauni sebagai bahan untuk bioenergi yang produktivitasnya sekitar 40.000 sampai 120.000 liter per hektar per tahun. Jauh melebihi kapasitas Jarak (Jatropa Curcas) yang hanya mencapai 1.500 liter, minyak kelapa  yang hanya berkapasitas 2.200 liter atau kelapa sawit (Crude Palm Oil /CPO) berkapasitas 5.900 liter per hektar per tahunnya. Demikian pula ilmu oceanography dan teknologi kelautan saat ini, sudah dapat mendeteksi adanya potensi ekonomis dari berbagai mineral yang terdapat di dasar laut dan tanah dibawahnya. Sumber sulphite dan lumpur metaliferous sebagaimana yang terdapat di tanah dasar lautan memberikan kekayaan mineral yang banyak ragamnya, antara lain metal nodules, manganese, nickel, cobalt, copper, iron, uranium dan mineral lainnya. Walaupun mempunyai kekayaan alam melimpah dan memiliki SDM yang cukup mumpuni di sejumlah departemen, perguruan tinggi dan melahirkan sejumlah pengusaha sukses, akan tetapi Madura tidak mudah membentuk provinsi sendiri. Desakan untuk merevisi PP No 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah semakin deras disuarakan. Desakan merevisi peraturan pemerintah ini salah satunya disebabkan banyak daerah baru yang tidak mampu melaksanakan otonominya.Untuk menyakinkan pemerintah pusat, perlu perkajian mendalam tentang penilaian berupa kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik dan penduduk. 


Responses

  1. Modal utama yang bisa mengangkat Madura menjadi lebih baik adalah peningkatan sumberdaya manusianya. Apapun itu nantinya, mau jadi propinsi, negara, atau yang lainnya, jika SDMnya tidak mumpuni, maka Madura hanya sebagai lahan subur yang siap dieksploitasi oleh orang luar,
    MEMBANGUN atau DIBANGUN? adalah sebuah pertanyaan penting tentang bagaimana kita, sejauh mana kita siap mobilitas teknologi dan pembangunan yang demikian cepat.
    Mental masyarakat yang kurang membuat atmosfer investasi menjadi buruk, lalu apa yang bisa kta tunggu. harusnya memang bukan menunggu tapi melangkah dan berlari mengejar ketertinggalan.
    Data menyebutkan bahwa lebih dari 61% masyarakat Madura memiliki tingkat pendidikan yang kurang yaitu lulusan SD, tetapi yang aneh adalah daya beli masyarakat Madura sangat tinggi, lalu apa yang kurang. jika masyarakat Madura tidak bisa menulis (buta huruf) tetapi tahu angka (uang), terbukti dengan kekayaan masyarakat yang besar walaupun tidak merata.
    Masyarakat Madura terkenal ulet, walaupun umumnya hanya diluar daerah dan tidak mau kembali ke Madura untuk membangun tanah kelahirannya. Inilah mengapa saya melihat bahwa peningkatan yang bisa menjadi modal Madura untuk maju adalah peningkata SDM.

    Thanks.
    hidup Maduraku…

  2. lho Pak Okkkki Luuuuukito. Salam ya untuk kawan-kawabn eks Surabaya Minggu

  3. biar adil sebaiknya diadakan peneltian independen terlebih dahulu, perbandingan /untung ruginya khususnya bagi masyarakat (bukan elit)antara menjadi propinsi sendiri dengan tetap bergabung dengan jawa timur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: