Oleh: Oki lukito | 3 Desember 2007

Konservasi Laut dan Pemanasan Global

Lebih dari 100 negara menghadiri Konferensi para pihak (COP) ke -13 untuk Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) yang berlangsung di Bali 3-14 Desember 2007. Amerika Serikat dan Australia yang selama ini menolak memverifikasi Protokol Kyoto direncanakan hadir dalam pertemuan tersebut. Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah World Ocean Conference tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado. Forum international itu akan dihadiri 15 ribu pakar lingkungan, kelautan dan iklim. Agendanya sama yaitu membahas pemanasan global yang disebabkan emisi gas buang, menghasilkan konsentrasi karbon dioksida (Co2). Pencemaran udara itu meresahkan penduduk dunia karena menaikkan suhu panas bumi. Hal ini berdampak pada penggelembungan molekul air laut dan pencairan glaciers serta bongkah gunung es sehinga menaikan permukaan laut rata-rata 15 sentimeter. Naiknya permukaan laut telah mengubah iklim, meningkatkan frekuensi badai topan, dan banjir sehingga memukul penduduk pesisir. Hal itu berdampak pula pada pertanian, pengembangan kota di pesisir, perikanan,
kesehatan, dan merusak keragaman hayati alami.
Kenaikkan permukaan laut selama ini telah menenggelamkan sejumlah pulau, diantaranya Kiribati, Vanuatu, Tuvalu dan Kepulauan Marshall. Jika ini berlanjut akan menenggelamkan Kepulauan Maladewa dan beberapa pulau Indonesia yang berada di Samudera Indonesia. Dari data resmi Departmen Kelautan dan Perikanan semula tercatat 17.504 pulau. Namun setelah diverifikasi oleh Depdagri, DKP dan Bakorsurtanal jumlahnya tinggal 17.480 pulau. Berkurangnya jumlah pulau tersebut diduga selain karena pemanasan global, telah terjadi kekeliruan pendataan awal serta akibat degradasi lingkungan.
Menahan laju emisi gas buang, menghijaukan permukaan bumi dan memperbaiki ekosistem laut adalah beberapa upaya untuk meredam panas bumi. Pada dasarnya laut mampu mengubah air kotor menjadi nutrient, melenyapkan zat polutan air, mengubah karbon dioksida menjadi makanan dan oksigen. Namun eksploitasi hasil laut secara berlebihan (overfsihing) telah menyabotase ekosistem laut. Lingkungan laut menjadi tidak stabil dan kemampuan laut untuk memproduksi hasil laut semakin menurun. Untuk memulihkan kondisinya sangat mendesak untuk memperbanyak wilayah konservasi laut. Diantaranya rehabilitasi terumbu karang, penghijauan pesisir dengan menanam hutan mangrove serta mengendalikan penangkapan biota laut. Hasil riset kelompok ilmuwan dunia selama 4 tahun dipimpin DR. Boris Worm dari Universitas Dalhousie, Novia Scotia, Kanada memproyeksikan, kerusakan lingkungan laut menyebabkan ikan punah dari perairan bumi tahun 2048. Hilangnya keanekaragaman hayati ini merusak kemampuan laut untuk memberi makan manusia yang populasinya deperkirakan akan mencapai 9 milyar pada tahun 2050. Akibat penangkapan ikan tanpa kendali selama ini, diperkirakan tahun 2030 dunia bakal menderita krisis ikan. Hal ini hanya dapat teratasi jika sejak sekarang digalakkan pula usaha budidaya. Negara kepulauan terbesar diandalkan untuk memasok ikan hasil budidaya.
Pentingnya konservasi laut itu sudah diusulkan Indonesia dalam sidang APEC di Australia September lalu dan diterima oleh Forum Triangel Initiative (CTI). Indonesia sangat berkepentingan dengan konservasi laut mengingat posisinya yang termasuk dalam wilayah triangel coral reef. 18 persen terumbu karang dunia berada di perairan NKRI dan merupakan bagian dari hutan Amazone bawah laut yang terbentang dari Utara Kalimantan, Kepulauan di Filipina, Halmahera, Papua Niugini, Kepulauan Solomon, Kepulauan Arafura, Timor Leste, selatan Nusatenggara, Selat Bali hingga selatan Kalimantan dengan luas 75.000 km persegi. Tentunya, Indonesia sebagai negara maritim yang sedang bermasalah dengan kerusakan hutan dan lingkungan pesisir dan laut, seharusnya tidak hanya puas dengan menjadi tuan rumah yang baik. Dua peristiwa tersebut atas inisiatip dan peran aktif tuan rumah, hendaknya menjadi momentum yang dapat membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia di muka bumi ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: