Oleh: Oki lukito | 9 April 2008

Apa Kabar Hasil Penelitian Biota Laut

Penelitian bioteknologi kelautan khususnya menyangkut biopolimer yang terdapat pada mikro dan mikroalgae, mikro-organisme maupun invertebrata sudah banyak dilakukan oleh peneliti asing dari Eropa, Amerika dan negara maju lainnya di Asia. Perairan Indonesia adalah surga bagi peneliti asing. Utamanya di sekitar perairan Wakatobi sebagai jantung segitiga terumbu karang dunia, luasnya mencapai 90 ribu hektar terdiri mempunyai 750 jenis terumbu karang. Jumlah itu mencapai 90% dari te umbu karang dunia yg saat ini sekitar 850 jenis. Sekitar 942 jenis ikan  hidup di laut Wakatobi. Penelitian tersebut kerap difasilitasi Departemen Kelautan dan Perikanan di perairan NKRI seperti melalui forum ekspedia Wallacea misalnya. Namun kelanjutan dan hasilnya layak dipertanyakan. Jangan sampai hanya menguntungkan negara kapitalis. Biasanya peneliti asing dengan dalih kerjasama mau memonopoli penelitian bahan virus dan pembuatan vaksinnya, dengan mengambil bibit virus dari negara berkembang, tetapi kemudian menjual vaksin itu kembali ke negara berkembang dengan harga mahal.
Potensi bioteknologi kelautan dan perikanan berupa senyawa-senyawa bioaktif produk alam ( natural products) seperti :  skualen , omega-3, fikokoloid dan biopolimer yang terdapat pada mikro dan mikroalgae, mikro-organisme maupun invertebrata, mempunyai nilai ekonomis yang tinggi untuk keperluan industri makanan sehat, farmasi, kosmetik dan industri berbasis bioteknologi lainnya, contoh di Amerika Serikat dari hasil industri bioteknologi kelautan telah menghasilkan sumber devisa sebesar 40 milair dolar per tahun, padahal potensi sumberdaya hayati lautnya lebih kecil dibanding dengan Indonesia yang memiliki sekitar 35.000 jenis biota laut sebagai potensi bioteknologi kelautan dan perikanan yang sangat tinggi nilainya .
Pemanfaatan  biota laut untuk industri makanan dan minuman , farmasi , kosmetika , bioenergi / hasil rekayasa biota laut diantaranya : makanan , tablet, salep, suspensi, pasta gigi, cat, tekstil, perekat, karet, film, pelembab, shampo, lotion, minyak rambut/wet looked, dan masih banyak lagi.
Sementara produksi rumput laut juga belum optimal dimanfaatkan. Nilai ekspor Indonesia baru mencapai  46 Juta dolar per tahun, sedangkan Philippina  dari ekspor rumput laut yang bahan mentahnya sekitar 60% berasal dari Indonesia, nilai ekspornya dari rumput laut mencapai 700 Juta dolar per tahun.
Obat HIV dan penyakit Kardiovaskular
Bioteknologi kelautan bertujuan untuk memanfaatkan sel atau enzim yang terkandung dalam organisme di laut untuk berbagai aplikasi atau kebutuhan manusia termasuk pemulihan lingkungan yang rusak/ bioremediasi pencemaran lingkungan.  Dengan bioteknologi kelautan dilakukan extraksi zat bioaktif dari biota laut untuk industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetika  serta bioenergi. Selain itu dilakukan rekayasa (enginering) genetika untuk budidaya ikan dan biota laut yang bernilai ekonomis tinggi.
Bebagai jenis produk makanan, farmasi dan obat-obatan  hasil pengolahan biota laut oleh industri bioteknologi laut antara lain obat tidur, obat penenang dari kuda laut, tempurung kura-kura untuk obat luka dan titanus, hati ikan buntel untuk obat tetrodotoxin yang memperbaiki syaraf otak dan mengurangi rasa nyeri / sakit,  kitin dan kitosan dari kulit udang dan kepiting untuk obat anti kolesterol, pelangsing tubuh, perban, serbuk kerang untuk obat maag, serbuk ular laut untuk meningkatkan daya ingat. Rumput laut  untuk bahan makanan, untuk obat influensa, pengawet makanan.  Alga hijau untuk penyembuh penyakit kardiovaskular, obat hipatetis, obat HIV/Aids dan obat diabetes, spons dari spesis petrosia contegnatta yang diambil senyawa bioaktifnya  dapat dijadikan obat anti kanker dan dari spesis cymbacela untuk obat anti asma. Untuk industri farmasi dan kimia, juga dimanfaatkan sebagai obat bastadin, okadaic acid, dan senyawa bioaktif monoalide dari spons sepesis luffariella variabillis bernilai sangat tinggi yaitu sekitar 20.360 dolar per miligramnya.
Bioteknologi kelautan sebagai salah satu sumberdaya alam kelautan merupakan sumber pangan dan obat-obatan yang sangat potensial nilai ekonomisnya, yang perlu digali dan dikembangkan mengingat sumber pangan manusia dari daratan dan tingkat kebutuhan manusia akan bahan pangan, pakaian (serat), obat-obatan, kosmetik, kayu, mineral, dan lahan akan semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah populasi manusia / penduduk di dunia.
Potensi bioteknologi kelautan di Indonesia belum digali, diberdayakan dan dimanfaatkan secara optimal, nilai yang dihasilkan sampai saat ini berkisar sebesar US $ 40.000.000.000 ( 40 Milyard Dollar Amerika ) sedangkan perkiraan biaya untuk perlindungan, pemeliharaan, konservasi dan pemulihan lingkungan, belum dilakukan perhtitungannya.


Responses

  1. ass.

    saya ingin bertanya :
    1. apakah biotek. kelautan dan biotek. perikanan itu sama??
    2. kalo beda biotek.perikanan itu apa definisinya??
    3. manfaat, keuntungan dan kerugian biotek perikanan????
    4. contoh biotek. perikanan???

    mohon jawabannya…

    terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: