Oleh: Oki lukito | 20 Juni 2008

Nelayan Bawean Semakin Terpuruk

Sekitar dua ribu nelayan di kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik posisinya semakin terpuruk. Selain kesulitan melaut karena harga solar mencapai Rp 8000 per liter, rumpon yang mereka miliki banyak yang hilang dan dirusak. Perahu nelayan asal Jawa dengan jaring cantrang atau trawl yang dimodifikasi banyak melakukan penangkapan ikan di perairan Bawean. Nelayan pendatang ini, seperti dikeluhkan nelayan setempat, bukan hanya mencari ikan tetapi juga memotongi rumpon milik nelayan lokal karena dianggap menghambat laju jaring trawl. “Kami sudah lapor ke Polair dan Muspika, tapi tidak pernah ada reaksi. Bahkan kami yang bertindak sendiri karena jengkel, justru dipenjara,” ujar nelayan di Kecamatan Sangkapura yang keberatan namanya disebut. Rumpon adalah rumah ikan yang dijadikan tumpuan nelayan mencari ikan. Fungsi rumpon selain mendatangkan ikan juga mampu menghemat penggunaan solar perahu nelayan.

71 rumpon hilang
Selain dirusak oleh nelayan jaring cantrang, rumpon milik nelayan banyak yang diputus oleh kapal milik rekanan pertamina yang melakukan survey mendeteksi sumber migas. Menurut Soeprapto staf PPI Bawean, pada akhir bulan Januari sampai awa Pebruari 2008, rumpon milik nelayan sebanyak 71 unit, diputus oleh kapal yang dioeperasikan PT. Chandra Bumi Sakti (CBS). Awalnya ada kesanggupan dari pihak CBS akan mengganti rumpon yang rusak tersebut. Penjelasan ini pernah disampaikan pihak CBS kepada perwakilan nelayan dan camat Sangkapura dan Tambak. “Namun sampai sekarang belum direalisasi, sementara dengan rusaknya rumpon nelayan tidak bisa mendapatkan ikan,” kata H.Supar Ketua Nelayan Kecamatan Sangkapura. Berdasarkan catatan yang dilaporkan kepala desa masing-masing, jumlah rumpon yang rusak dan hilang dari 3 desa di Kecamatan Sangkapura dan Tambak adalah milik nelayan Desa Kepuh Legundi 3 unit, milik nelayan Desa Kepuh Teluk 6 unit dan Desa Sidogedung Batu 62 unit. Untuk kerusakan rumpon itu, nelyan Bawean minta CBS bertanggung jawab dan mengganti Rp 15 juta per rumpon. ”Rumpon yang dirusak adalah rumpon produktif, umurnya lebih dari 5 tahun dan sudah banyak ikannya,” kata H.Supar menambahkan.

Pelatihan budidaya
Salah satu upaya yang sedang dirintis oleh nelayan Bawean untuk mengatasi kesulitan melaut, akan diadakan pelatihan budidaya laut. Salah satunya adalah budidaya rumput laut. Menurut Soeprapto, sudah terbentuk sekitar 15 kelompok beranggotakan sekitar 100 nelayan yang berminat membudidayakan rumput laut. Jenis budidaya ini dipilih karena sangat prospektif untuk perairan Bawean. “Lautnya masih jernih, kualitas airnya masih bagus dan belum tercemar limbah industri. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar,” kata lelaki asal Mojokerto yang sudah lebih 15 tahun menetap di Bawean itu. Rumput laut yang dibudidayakan rencananya cottoni dan glacilaria. Modalnya untuk cottoni per rakit sekitar 250 ribu untuk membeli bambu, tali dan bibit. Per hektar atau sekitar sepuluh rakit berukuruan 8×6 meter hasilnya bisa mencapai 60-70 ton dengan masa tanam hanya 45 hari. Harga rumput laut basah Rp 3 ribu per kilogram dan yang kering bisa mencapai Rp 6 ribu. Nelayan di Bawean berharap nantinya ada pengusaha atau eksportir rumput laut asal Bawean yang memasarkannya. Banyak pengusaha dan masyarakat Bawean yang sukses di luar negeri seperti Malaysia dan Singapura yang diharapkan membantu pemasarannya.

Lokasi Pantai Ria, Bawean


Responses

  1. sy selaku quality control CV INDO AGRO LESTARI mengajak kerjasama para petani rumput laut bawean menjadi mitra pembelian. kami menerima jenis euchema cotoni kadar air 35% kotoran 2% tanpa limit batas pembelian jg dg harga terbaik dipasaran saat ini. Utk contack person hub. YOYON 0818518351/031-7915429. Dlm hal ini sy membutuhkan no telp bpk Suprapto atau pihak2 terkait yg mengkoordinir para kelompok tani di p.bawean


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: