Oleh: Oki lukito | 9 Oktober 2008

Surabaya Pusat Industri Kelautan

Perbaikan perahu nelayan umumnya masih tradisional

Perbaikan perahu nelayan umumnya masih tradisional

Kota Surabaya mempunyai peluang menjadi pusat industri kelautan. Selain mempunyai wisata bahari dan pelabuhan, kontribusi ekspor Jawa Timur melalui Surabaya cukup dominan, mencapai 30 persen di tingkat nasional. Nantinya industri kelautan melibatkan berbagai pihak terkait seperti dari Departeman Kelautan dan Perikanan (DKP) sampai orang-orang yang menangani teknologi kebaharian. Apalagi Surabaya didukung dengan fasilitas dan akses memadai, Surabaya akan menjadi ikon kelautan.

Surabaya mempunyai wilayah laut 1.889 km2 dengan panjang garis pantai 26,7 km. Sebagai kota maritim, Surabaya masih mempertahankan keberadaan 2.868 nelayan dengan hasil laut mencapai 9.500 ton per tahun. Di wilayah pesisir bagian timur terdapat tambak dengan luas 1400 ha. Sebagai kota pelabuhan, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, merupakan pelabuhan tersibuk kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak tahun 2007 mencapai 34 juta ton, petikemas 1,8 juta TEUS. Kunjungan kapal ukuran 1.500 TEUS hingga 2.000 TEUS terus bertambah dari tahun ke tahun. Jumlah kapal berkujung tahun 2005 sebanyak 14.915 unit. Tahun 2006 sebanyak 15.467 unit. Sementara total bongkar muat tahun 2005 sebesar 6.185.853 ton, dan tahun 2006 meningkat menjadi 6.493.389 ton. Demikian pula penumpang yang naik dan turun pada tahun 2006 mencapai 916.961 orang. Walaupun sebagian besar produk dihasilkan dari daerah-daerah lain di luar Surabaya, namun hasil-hasil tersebut dibawa ke Surabaya sebagai pusat industri. Termasuk hasil-hasil laut dari kawasan Indonesia Timur. Semua urusan terkait dengan industri kelautan ada di Surabaya sehingga ketika orang memerlukan akan datang kesini. Hanya saja sarana pengolahan hasil laut di Surabaya 50 persen tidak termanfaatkan sehingga hasil laut yang diekspor belum optimal. Diharapkan masuknya investor bisa memperkuat modal kerja dan meningkatkan jumlah dan kualitas ekspor. Tahun 2007 lalu nilai ekspor hasil kelautan dari Surabaya mencapai 570.817,60 ton dengan nilai 580 juta dollar. Mengingat potensi yang masih besar, tahun ini Surabaya mematok ekspor hasil kelautan bisa meningkatkan kontribusi pendapatan. Targetnya nilai ekspor bisa menjadi 600 juta dollar AS. Nilai tersebut bisa ditingkatkan mengingat Indonesia sangat kaya akan hasil laut. Khususnya untuk udang dan tuna. Saat ini saja kedua komoditas tersebut mendominasi ekspor ke negara-negara tujuan seperti Jepang, Taiwan dan Thailand. Dari total nilai ekspor, lebih dari 90 persen merupakan hasil penjualan udang dan ikan tuna. Hasil laut dari Jawa Timur pun memegang peranan penting. Pasalnya, sekitar 30 persen hasil laut yang diekspor melalui Surabaya berasal dari daerah-daerah di Jatim. Tahun lalu volume ekspor mencapai 570 ribu ton dan bisa bertambah jika dioptimalkan. Oleh karena itu Pemkot Surabaya harus mengupayakan agar investasi masuk ke Surabaya agar modal kerja semakin kuat. Pasalnya, sarana pengolahan hasil laut sudah tersedia, tinggal mengoptimalkan semua sarana yang ada tersebut. Diharapkan setelah investor masuk dan menggarap langkah itu sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar lokasi pabrik pengolahan. Peluang investasi di sektor industri maritim lainnya masih terbuka cukup lebar.

Di sektor industri galangan kapal misalnya, terbitnya Undang-Undang Pelayaran membawa angin segar. Saat ini di Surabaya sedikitnya tercatat 14 industri galangan kapal baik besar dan kecil beroperasi dengan full capacity. Bahkan PT.PAL sebagai perusahaan galangan kapal BUMN terbesar dengan jumlah pekerja sekitar 3000 orang sudah mampu membangun kapal berbobot 10.000 gross tons (GT) dan mampu memperbaiki kapal berukuran hingga 20.000 GT dan full booked hingga tiga tahun ke depan. Keberadaan sejumlah perguruan tinggi di Surabaya yang mempunyai fakultas perkapalan dan kelautan seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hangtuah, melengkapi Surabaya sebagai kota maritim. Kedua perguruan tinggi tersebut mempunyai peranan penting mendukung sumber daya manusia (SDM) industri kelautan di Surabaya. Ke depan diharapkan, industri biotechnologi kelautan, industri mineral laut, dan industri air laut yang masih belum banyak disentuh, dapat dikembangkan di Surabaya. Pemkot Surabaya seharusnya jeli membaca peluang yang akan meningkatkan pendapatan daerah, dengan menawarkan peluang investasi di sektor industri kelautan ini.

 


Responses

  1. bagi siapa yang mencari info soal ubur-ubur olahan bisa hubungi kami


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: