Oleh: Oki lukito | 26 Oktober 2009

Impor Perikanan, Ancaman Produk Lokal

Di gerai kopi terkenal,  sajian hidangan ikan Dori yang tercantum di daftar menunya  sebagai ikan impor asal Vietnam itu dijual dengan harga Rp 45.000 per porsi (120 gram). Ikan Dori adalah ikan patin sejenis catfish yang banyak dibudidayakan di kolam air tawar. Di Jawa Timur harga ikan patin lokal Rp 13.000 per kilogram (isi 4 ekor), sementara ikan patin impor asal Vietnam dan Thailand di pasaran lokal hanya Rp 9.000 per kilogram. Dori adalah salah satu jenis ikan  impor yang membanjiri pasar lokal di Jawa Timur. Jika impor produk perikanan Indonesia tahun 2008 meningkat 68 persen dibandingkan tahun 2007 (Kompas 11/8). Di Jawa Timur impor perikanan bahkan peningkatannya mencapai 300 persen . Tahun 2007 lalu  volume impor perikanan yang masuk ke Jawa Timur sebesar 5.869 ton dengan nilai 8.953.699 dollar. Tahun 2008 volumenya membengkak menjadi 23.166 ton dengan nilai  38.319.632 dollar (DPK Jatim). Umumnya tujuan impor produk perikanan itu untuk memenuhi permintaan bahan baku industri pengolahan dan konsumsi di dalam negeri. Belum adanya regulasi impor perikanan untuk mengendalikan impor dan rendahnya bea masuk (di bawah 7 persen) membuat produk ikan impor mengalir deras. Selain ikan patin, produk perikanan lainnya yang diimpor dari Vietnam, Thailand, India dan China adalah udang beku, tepung ikan, ikan salmon dan tuna segar serta produk olahan lainnya. Jika tidak segera dibuatkan aturan mainnya, impor perikanan ke Jawa Timur akan terjadi booming seiring diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas Asean-China pada Tahun 2010 yang akan menerapkan sepenuhnya peraturan tersebut. Pasar bebas ini jelas akan mematikan produk lokal yang identik dengan aktivitas nelayan, usaha petani tambak sebagai pewaris budaya bahari.

Pengawasan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur seyogyanya segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur regulasi impor perikanan. Hal ini untuk menghindari persaingan yang dapat mengganggu dan mematikan daya saing produk perikanan lokal. Mengingat Jawa Timur adalah salah satu produsen ikan terbesar dan memberikan kontribsusi ekspor perikanan nasional lebih dari 20 persen setiap tahun. Sekitar 450.000 nelayan dan petani tambak  air tawar, payau dan usaha budidaya laut di Jawa timur terancam penghasilannya akibat membanjirnya produk impor perikanan itu. Tanpa pengawasan ketat produk impor yang masuk ke Jawa Timur selama ini akan disalahgunakan, rawan relebelling dan transshipment. Demikian pula dengan tidak adanya aturan impor, berpotensi membahayakan keamanan pangan konsumen. Produk impor perikanan rawan terkontaminasi zat kimia berbahaya. Faktor pengawasan terhadap mutu produk impor perikanan sangat lemah, sebagian yang diimpor juga berasal dari negara yang terkena embargo produk perikanan yaitu China dan India. Data Pusat Balai Karantina tahun 2007 hingga pertengahan 2008, impor udang tercatat 1,17 juta kilogram. Sebanyak 259.095 kilogram diantaranya berasal dari China dan 133.139,8 kg dari India. Sudah saatnya produk impor wajib melalui pemeriksaan mutu dan penyakit untuk menjaga keamanan pangan (food safety). Ketentuan itu saat ini tidak menjamin sebab Balai Karantina Ikan di Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu masuk produk impor perikanan sementara ini hanya memeriksa kesehatan ikan dan surat keterangan asal, bukan keamanan untuk kelayakan konsumsi. Keberadaan Laboratorium Uji Mutu saatnya dikembangkan untuk mengamankan produk impor yang dikonsumsi masyarakat. Regulasi impor produk perikanan selain akan menyelamatkan nelayan dan petani tambak, sekaligus mendatangkan pendapatan bagi pemerintah provinsi. Pengawasan yang dilakukan melalui pemeriksaaan hasil ekspor uji mutu perikanan mencapai Rp 13 milyar per tahun. Jika hal yang sama diterapkan pada semua produk impor perikanan yang masuk ke Jawa Timur, dapat menghasilkan sedikitnya Rp 5 milyar per tahun.


Responses

  1. Jika semua bidang dipegang oleh SDM yang memang berkompeten. Saya yakin Indonesia akan menjadi Negara terkaya dan terkuat di Dunia……Stop Korupsi dan salam bahari…………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: