Oleh: Oki lukito | 17 Mei 2010

Tamparan Dari Lekok

Di tengah acara pencanangan pemakaian Bahan Bakar Gas ( BBG) di PPI Lekok, Kabupaten Pasuruan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Mohammad, sejumlah nelayan berunjuk rasa tidak jauh dari TPI Lekok. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan dan perhatian dari pemerintah. Kejadian itu sempat menyita perhatian mereka yang hadir. Ada Bupati Pasuruan, Dade Angga, Dirjen Perikanan Tangkap, Dedy Sutisna dan kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, R. Kardani. Rencana pemerintah mefungsikan penggunaan BBG, diprediksi dapat menghemat biaya operasional perahu nelayan hingga 40 persen. Akan tetapi gagasan itu tampaknya kurang mendapat respon dari nelayan setempat. Pasalnya, harga solar di SPDN Lekok saja yang lokasinya di tepi laut selisihnya tiga ratus rupiah lebih mahal dari SPBU umum, padahal SPDN didirikan untuk meringankan beban nelayan. Nah, berdasarkan fakta inilah nelayan sangsi pemanfaatan BBG bisa efektif. Mereka meragukan soal harga maupun pasokan gas ke Lekok. Hal lain yang luput dari perhatian dan kesungguhan pemerintah Jawa Timur dan Pemkab Pasuruan adalah masalah air bersih. Sejak pelabuhan Lekok selesai dibangun sekitar lima tahun lalu, air bersih yang merupakan standar kelayakan sebuah pelabuhan perikanan, tidak tersedia. Hal ini tentunya memengaruhi harga jual ikan. Padahal hasil tangkapan nelayan Lekok seperti bawal putih, terasak dan teri nasi sebagian diekspor ke manca negara seperti Singapura, Hongkong dan Taiwan. Lekok memang fenomenal. Pendapatan nelayannya sangat rendah kendati ikannya banyak diekspor. Aksan, nelayan yang baru turun dari perahu menuturkan, semalam melaut membawa hasil 10 kilogram ikan teri nasi dan laku dijual Rp 120 ribu. Setelah dipotong biaya BBM Rp 50 ribu, dibagi dua dengan pemilik perahu, tersisa Rp 35 ribu. Kemudian dibagi rata 5 ABK. “Kami masih bersyukur dapat membawa pulang lima ribu rupiah” tutur Aksan seraya berharap besok mendapat hasil lebih banyak lagi. Nelayan Lekok, adalah miniatur kondisi ekonomi nelayan di sentra perikanan tangkap pada umumnya di negeri bahari bernama Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: