Oleh: Oki lukito | 23 Februari 2011

Nelayan Selatan Dihadang Long Line

Ribuan nelayan pantai selatan Jawa Timur dari delapan kabupaten seperti Pacitan, Malang, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Lumajang, Jember dan Banyuwangi menyesalkan beroperasinya sejumlah kapal long line di wilayah perairan di bawah 200 mil. Kehadiran kapal-kapal 60-100 GT terkadang beroeprasi pula kapal berukuran 200 GT tersebut, menyebabkan hasil tangkapan nelayan turun drastis.

Kapal long line tuna tersebut beroperasi di dekat ratusan rumpon laut dalam yang dipasang nelayan dengan kedalaman rata-rata 1000-1500 meter. Selama ini rumpon menjadi lokasi penangkapan yang produktif bagi nelayanTidak berdaya di laut. “Biasanya kami dapat menjaring 6 ton ikan per trip, sejak kehadiran kapal besar hasilnya hanya 1-2 ton per perahu” kata Misdi nelayan Puger yang menggunakan jaring purse-seine dan payang.

Menurutnya hal itu sudah dilaporkan berulang kali ke aparat yang berwenang namun tidak ada tanggapan. Ditengarai, puluhan kapal tuna yang beroperasi tersebut, adalah kapal asing jika dilihat dari peralatan dan waarna kulit ABK nya.

Penurunan hasil tangkapan tidak hanya dialami nelayan Puger, akan tetapi merata hampir di semua wilayah selatan Jawa Timur. Adapun hasil tangkapan nelayan selatan umumnya berupa ikan cakalang, tuna kecil (baby tuna) dan jika beruntung mereka mendapatkan tuna besar jenis albacore.

Kapal tuna long line sering beroperasi di bawah 200 mil disebabkan hasil tangkapandi laut lepas yang turun drastis. Jika pada tahun 90 an, hasil pancingan (hook rate) setiap 100 mata pancing mendapat 3 ekor tuna dengan berat rata-rata 30-50 kg per ekor, saat ini untuk mendapatkan jumlah yang sama diperlukan 1000 mata pancing. Kapal tuna umumnya menyebar 1500 mata pancing yang dibentangkan sepanjang 75 kilometer. Ikan tuna yang ditangkap sesuai dengan kedalamannya seperti albacore (150 meter), yellow fin (250 meter), big eye (300 meter), blue fin (450 meter).  Sementara di sekitar rumpon kapal long line per trip, dapat menangkap 5 ekor tuna jenis albacore yang harganya  sekitar 5 dolar per kilogram, termasuk ikan-ikan yang ditangkap nelayan, tuna kecil, cakalang, tengiri atau ikan layang.  Sejumlah nelayan Tamperan, Pacitan mengaku mereka pun dibujuk untuk tidak berlama-lama berada di rumpon. “Kami disuruh pergi dengan imbalan diberi  rata-rata 1-2 ton ikan per perahu,” aku Rosidi nelayan perahu Sekoci asal Makssar yang sering mendaratkan ikannya di Pelabuhan Tamperan. Nelayan laut selatan lebih senang menerima ikan tanpa susah payah memancing atau menjaring ikan serta diuntungkan dari segi waktu dan BBM. Nelayan Sekoci biasanya melaut selama 5 hari dengan hasil tangkapan yang relatif sama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: