Oleh: Oki lukito | 10 Maret 2011

Pelindo Surabaya ‘Panic Syndrome’

Pelindo III Cabang Surabaya diminta tidak gegabah dan meninjau kembali rencana memberlakukan tarif batas atas atau tarip paling tinggi bongkar muat pelabuhan di Dermaga Jamrud Utara tanggal 15 Maret 2011 mendatang. Sebab, dampaknya sangat besar bagi perekonomian Jawa Timur dan Indonesia Wilayah Timur. “Kebijakan tersebut akan memacu laju inflasi”, jelas Direktur Regional Economic Maritime Institut, Oki Lukito.

Menurut Oki, sebenarnya tarip baru di Dermaga Curah Jamrud Utara akan diberlakukan awal Februari lalu akan tetapi hal itu diprotes oleh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Perak antara lain, INSA, APBMI, Gafeksi, Ginsi dan GPEEI yang tidak tergabung dalam konsorsium Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang beroperasi di Dermaga Mirah dan Jamrud. Jaskotama adalah konsorsium PBM bentukan Pelindo III. Perlu dicatat, lanjut Oki yang juga Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan, kenaikan tarip bongkar muat kapal akan memberatkan end user. “Otomatis harga komoditas barang curah seperti beras, gula, minyak , pupuk dan yang lainnya naik dan akan ada ekskalasi biaya tinggi dan melemahkan daya saing produk Jawa Timur dalam perdagangan international” tandasnya. Ia menghimbau agar Gubernur, DPRD, Kadin dan Apindo mengantisipasi agar rencana Pelindo Cabang Surabaya tersebut tidak jadi diberlakukan.

Panic Syndrome

Pelindo III Cabang Surabaya, menurut Oki Lukito yang juga Sekertaris Eksekutif Dewan Maritim Jawa Timur itu, seharusnya lebih arif menyikapi implementasi diberlakukannya Undang-Undang Pelayaran dan welcome dengan munculnya operarator pesaing baru di pelabuhan. “Pelindo dengan seabrek pengalaman sebagai operator dan regulator Pelabuhan, seharusnya bisa lebih menarik hati pengguna jasa pelabuhan, bukan sebaliknya justru melakukan langkah-langkah yang tidak simpatik dan terkesan panic syndrome”. Jelasnya. Oki mengingatkan, stakeholder yang tidak tergabung dalam konsorsium bentukan Pelindo dikhawatirkan akan mengadukan pembentukan Jaskotama ke Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU). Oki menghimbau semua pihak di pelabuhan agar cooling down dan memberi kesempatan kepada pemerintah untuk menyelesaikan inventarisasi asset pelabuhan. http://www.indomaritim.com


Responses

  1. posting menarik. wacana baru untuk saya

  2. bapak tau darimana kalo konsorsium bentukan pelindo?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: