Oleh: Oki lukito | 27 Desember 2011

Negara Maritim Sarat Kecelakaan Laut

Pemerintah dinilai tidak berusaha secara konkret menata sistem transportasi laut nasional yang sistematis, efektif dan efisien, serta aman. Dampaknya adalah musibah di laut terus berulang. Selama ini, transportasi laut kerap terabaikan di tengah penduduk kepulauan yang masih mengandalkan transportasi laut.
Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Oki Lukito di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/9), mengatakan, sangat ironis di negara maritim ini hampir tiap bulan terjadi kecelakaan di laut. ”Hal itu menunjukkan Kementerian Perhubungan dan pemerintah daerah mengabaikan keselamatan pelayaran,” katanya.
Ia mencontohkan, perahu nelayan seharusnya untuk menangkap ikan, tetapi digunakan sebagai sarana transportasi angkutan umum, seperti yang terjadi di Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali, dan perairan Raas, Sumenep, Jawa Timur.
Sejumlah kecelakaan kapal penumpang terjadi dalam waktu kurang dari dua pekan. Pada 21 September dini hari terjadi kecelakaan perahu Sri Murah Rejeki. Perahu ini hendak berlayar dengan membawa 36 penumpang dari Jungut Batu, Nusa Lembongan, ke Toya Pakeh, Nusa Penida.
Kemudian musibah terjadi di Jawa Timur. Sebanyak 13 penumpang kapal Putri Tunggal tewas setelah kapal dihantam ombak di wilayah perairan Raas, Kepulauan Kangean, 24 September.
Kapal Motor (KM) Marina Nusantara yang terbakar di perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin, 26 September 2011, menewaskan 6 penumpang dan 9 orang belum ditemukan.
Terakhir KM Kirana IX yang terbakar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, 28 September, dan menewaskan delapan orang.
Menurut Oki, pemerintah mengabaikan penataan moda transportasi laut. Hal ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap masyarakat pesisir, khususnya di pulau-pulau kecil.
Oki mengatakan, pemerintah nyaris tak memiliki visi kemaritiman. ”Negara-negara kontinental saja, seperti Malaysia dan China, sudah berorientasi ke kemaritiman. Kita, negara kepulauan yang memiliki garis pantai terbesar ke-4 di dunia, justru mengabaikan kemaritiman,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Oki, pemerintah lebih berfokus menangani transportasi moda darat, seperti terlalu sibuk membangun jalan tol, membuat jalan baru lintas provinsi, dan membangun jembatan di atas laut. Perbandingan anggaran untuk transportasi moda darat dengan laut sekitar 95 persen berbanding 5 persen.

Evaluasi dan audit
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, penyedia jasa pelayaran perlu mengevaluasi prosedur operasi standar (SOP) guna mencegah terjadi kecelakaan. ”Harus ada evaluasi SOP agar keamanan dan kenyamanan penumpang lebih baik,” ujarnya seusai menjenguk korban kecelakaan KM Kirana IX di Rumah Sakit PHC Surabaya.
Di Jakarta, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhammad menyatakan segera mengaudit semua operator kapal penumpang. ”Namun, penekannya tetap pada operator kapal yang mengalami kecelakaan,” katanya.
Leon mengatakan, analisis penyebab kecelakaan kapal menunggu hasil audit. Audit yang akan dilakukan adalah audit langsung terhadap Safety Management Certificate dan Document of Compliance yang dimiliki oleh operator kapal, khususnya kapal penumpang.
Secara terpisah, Ketua Masyarakat Transportasi Jawa Timur Khairul Jaelani mengatakan, semua pihak, yakni operator kapal, penumpang, dan petugas, wajib mematuhi aturan. Kesalahan juga jangan dibebankan kepada perusahaan kapal karena penumpang juga perlu jujur menyangkut barang bawaan.
”Kapal sering mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Petugas meloloskan kendaraan atau penumpang yang membawa barang mudah terbakar atau meledak. Petugas jangan percaya hanya pada surat pernyataan pengemudi kendaraan tentang barang yang diangkut, tetapi harus benar-benar mengecek,” tutur Khairul.

Masih diselidiki
Tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Timur bersama petugas dari Polres Tanjung Perak masih menyelidiki penyebab kebakaran truk di KM Kirana IX, Rabu lalu. Sampai saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
Kepala Subbagian Humas Polres Tanjung Perak Ajun Komisaris Lily Djafar menuturkan, tim kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di KM Kirana IX. ”Tim juga melakukan rekonstruksi untuk mengetahui asal mula api,” ujarnya.
Dengan pemeriksaan itu, KM Kirana IX yang dioperasikan PT Dharma Lautan Utama belum bisa berlayar. Selain olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah orang. Mereka adalah sopir dan kenek truk bernomor polisi B 9231 TDA, nakhoda kapal, dan sejumlah saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut. Sejauh ini polisi belum menetapkan tersangka.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Bambang Harjo berharap penyidikan cepat selesai agar kapal segera bisa diberangkatkan ke Batulicin, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Administrator Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, mengatakan, semua kapal yang berlayar dari atau ke Pelabuhan Trisakti, termasuk KM Marina yang bertabrakan dengan tongkang batubara Pulau Tiga 330-22 (yang ditarik kapal tunda Bomas Segara) dan terbakar, Senin lalu, kondisinya laik berlayar.
Menyusul peristiwa terbakarnya KM Kirana IX di Pelabuhan Tanjung Perak, operator pelayaran di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni memerintahkan anak buah kapal melakukan ronda keliling ke penjuru kapal saat kapal berlayar.
Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Cabang Merak Togar Napitupulu mengatakan, mereka bertugas memastikan semua mesin kendaraan di dek dalam kondisi mati saat kapal sedang berlayar. Pengemudi dan penumpang di dalam kendaraan juga diminta meninggalkan dek bawah dan menuju dek atas yang dikhususkan bagi penumpang.
Sekretaris Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia Makassar Muhammad Hamka berpendapat, kecelakaan kapal laut yang marak terjadi belakangan ini disebabkan kelalaian.
”Kalau kecelakaan dipicu kondisi kapal tidak layak beroperasi, kemungkinannya sangat kecil mengingat ketatnya regulasi yang harus dipenuhi sebelum kapal mendapatkan izin,” ungkapnya. Headline Kompas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: